Minggu, 05 Maret 2023

Satuan Makhluk Hidup dalam Ekosistem

 

1.    Individu berasal dari bahasa Latin individum yang artinya tidak dapat dibagi. Individu adalah makhluk hidup yang tunggal yang tidak dapat dibagi lagi. Contoh: seekor ayam, seorang manusia, sebatang pohon, sebatang pohon kelapa. Apabila seekor ayam dipotong-potong, maka ayam tersebut tidak lagi dapat disebut sebagai individu.


2.   Populasi berasal dari bahasa latin populus yang artinya rakyat atau penduduk. Dalam ekosistem, populasi adalah sekelompok atau sejumlah individu sejenis yang menempati suatu daerah tertentu. Yang dimaksud sejenis adalah memiliki persamaan bentuk, dapat melakukan perkawinan, dan mampu  menghasilkan keturunan fertil, yaitu keturunan yang mampu berkembang biak lagi.



Kepadatan populasi dapat berubah dari tahun ke tahun. Perubahan ini disebabkan 2 hal yaitu:

a.     Adanya individu yang datang karena adanya kelahiran dan atau kedatangan dari tempat lain (imigrasi)

b.     Adanya individu yang pergi karena adanya kematian dan atau kepindahan ke tempat lain (emigrasi).

Faktor utama yang menyebabkan terjadinya perubahan populasi adalah karena terjadi perubahan lingkungan seperti:

¨  Perubahan suhu

Suhu sangat berpengaruh terhadap kelangsungan makhluk hidup. Pengaruh perubahahan suhu terdapat populasi makhluk hidup tampak jelas pada daerah yang memiliki dua atau empat musim

¨  Kadar air laut dan curah hujan

Kadar air lingkungan akan menyebabkan perubahan populasi makhluk hidup di dalamnya. Misalnya, di musim hujan berbagai jenis tumbuhan rumput meningkat, sementara pada musim kemarau populasi jenis tumbuhan menurun.

3.   3. Komunitas berasal dari bahasa Latin communitas yang berarti umum atau biasa. Seluruh populasi yang hidup bersama dalam suatu daerah disebut komunitas. Populasi yang hidup di suatu daerah, baik secara langsung maupun tidak langsung saling mempengaruhi (berinteraksi), misalnya populasi rumput mempengaruhi populasi rusa, populasi rusa mempengaruhi populasi harimau.

 


a.     Contoh komunitas sawah, terdiri atas populasi padi, populasi tikus, populasi katak, populasi serangga, dan lainnya

 

 

b.     Komunitas danau, terdiri atas populasi ikan, populasi ganggang, dan lainnya.

 

 4.     Lingkungan Hidup (Ekosistem)

Makhluk hidup tidak dapat hidup sendiri. Satu makhluk hidup selalu berada di antara makhluk hidup yang lain. Contohnya adalah ikan yang hidup di kolam. Ikan tersebut tidak hidup sendiri. Di sekeliling ikan terdapat makhluk hidup, seperti tumbuhan air, hewan air lain, dan mikroorganisme. Semua makhluk hidup di dalam kolam yang berada di sekitar ikan disebut lingkungan hidup. Dengan demikian, lingkungan yang terdiri dari makhluk hidup disebut lingkungan hidup atau lingkungan biotik.



Selain komponen-komponen hidup, makhluk hidup juga membutuhkan komponen-komponen tidak hidup. Komponen-komponen tidak hidup antara lain, air, tanah, dan udara. Komponen-komponen tidak hidup yang menunjang kelangsungan hidup makhluk hidup disebut lingkungan tidak hidup atau lingkungan abiotik. Lingkungan biotik dan abiotik membentuk suatu kesatuan yang disebut ekosistem.

5.     Lingkungan Dunia (Biosfer)


Kumpulan dari berbagai ekosistem di bumi membentuk satu kesatuan yang dinamakan ekosistem dunia (biosfer). Bios­fer meliputi seluruh permukaan bumi, yaitu mencakup semua makhluk hidup di planet ini dan di atmosfer, yang di dalamnya terkandung berbagai ekosistem yang berbeda-beda.

JENIS EKOSISTEM ALAMI

a.     a. Ekosistem Darat

Ekosistem darat ialah ekosistem yang lingkungan fisiknya berupa daratan. Berdasarkan letak geografisnya (garis lintangnya), ekosistem darat dibedakan menjadi beberapa bioma. Bioma yaitu ekosistem darat yang khas pada wilayah tertentu dan dicirikan oleh jenis vegetasi yang dominan di wilayah tersebut. Batas antara dua bioma disebut ecotone. Jenis-jenis bioma adalah sebagai berikut:

  1)      Bioma gurun

Bioma gurun dan setengah gurun banyak ditemukan di Amerika Utara, Afrika Utara, Australia, dan Asia Barat.

Ciri-ciri :

-       Curah hujan sangat rendah, + 25 cm/tahun.

-       Kecepatan penguapan air lebih cepat dari presipitasi.

-       Kelembaban udara sangat rendah.

-    Perbedaan suhu siang hari dengan malam hari sangat tinggi (siang dapat mencapai 45ºC dan malam dapat turun sampai 0ºC).

-       Tanah sangat tandus karena tidak mampu menyimpan air.

-       Flora: tumbuhan yang tumbuh adalah tumbuhan yang dapat beradaptasi dengan daerah kering (tumbuhan serofit), seperti kaktus.

-       Hewan besar yang hidup di gurun umumnya yang mampu menyimpan air, misalnya unta, sedang untuk hewan-hewan kecil misalnya kadal, ular, tikus, semut, umumnya hanya aktif hidup pada pagi hari, pada siang hari yang terik mereka hidup pada lubang-lubang.

2)    Bioma padang rumput

Bioma padang rumput membentang mulai dari daerah tropis sampai dengan daerah beriklim sedang, seperti Hongaria, Rusia Selatan, Asia Tengah, Amerika Selatan, dan Australia.

Ciri-ciri :

-       Curah hujan antara 25-50 cm/tahun, di beberapa daerah padang rumput curah hujannya dapat mencapai 100 cm/tahun.

-       Curah hujan yang relatif rendah turun secara tidak teratur.

-       Turunnya hujan yang tidak teratur menyebabkan porositas dan drainase kurang baik sehingga tumbuh-tumbuhan sukar mengambil air.

-       Flora: tumbuhan yang mampu beradaptasi dengan daerah dengan porositas dan drainase kurang baik adalah rumput, meskipun ada pula tumbuhan lain yang hidup selain rumput, tetapi karena mereka merupakan vegetasi yang dominan maka disebut padang rumput. Nama padang rumput bermacam-macam seperti stepa di Rusia Selatan, puzta di Hongaria, prairi di Amerika Utara dan pampa di Argentina.

-       Fauna: bison dan kuda liar (mustang) di Amerika, gajah dan jerapah di Afrika, domba dan kanguru di Australia. Juga terdapat karnivora seperti hewan singa, serigala, anjing liar, dan cheetah.

3)    Bioma Hutan Basah/Bioma Hutan Tropis

Bioma hutan tropis merupakan bioma yang memiliki keanekaragaman jenis tumbuhan dan hewan yang paling tinggi. Meliputi daerah aliran sungai Amazone-Orinaco, Amerika Tengah, sebagian besar daerah Asia Tenggara dan Papua Nugini, serta lembah Kongo di Afrika.

Ciri-ciri hutan hujan tropis antara lain sebagai berikut.

-       Curah hujan bioma hutan hujan tropis cukup tinggi, yatu sekitar 200-225 cm per tahun.

-       Tumbuhannya tinggi dan rimbun membentuk tudung yang menyebabkan dasar hutan menjadi gelap dan basah.

-       Tumbuhan khas, ialah liana dan epifit. Contoh liana adalah rotan sedangkan epifit adalah anggrek.

-       Vegetasinya didominasi oleh tumbuhan yang aktif melakukan fotosintesis, misalnya jati, meranti, konifer, dan keruing.

-       Hewannya didominasi oleh aneka kera, babi hutan, burung, kucing hutan, bajing dan harimau.

4)    Bioma hutan gugur

Ciri-ciri bioma hutan gugur adalah sebagai berikut:

-       Curah hujan sedang, yaitu 75 -150 cm per tahun.

-       Mengalami 4 musim, yaitu musim panas, musim gugur, musim dingin dan musim semi.

-       Tumbuhannya mempunyai menggugurkan daunnya pada musim gugur.

-       Vegetasinya adalah pohon Maple, Oak, Beech, dan Elm.

-       Hewan yang menghuni pada umumnya adalah Rusa, Beruang, Raccon, Rubah, Bajing, dan Burung Pelatuk.

5)    Bioma taiga/Konifer

Ciri-ciri bioma taiga adalah sebagai berikut.

-       Curah hujan sekitar 35 cm per tahun.

-       Bioma yang biasanya hanya terdiri dari satu spesies pohon, yaitu konifer (pinus).

-       Masa pertumbuhan flora pada musim panas antara 3 sampai 6 bulan.

-       Suhu di musim dingin sangat rendah, dan mengalami musim dingin yang panjang.

-       Vegetasinya Sprice (Picca), Alder (Alaus), Birch (Berula) dan Junipce (Juniperus).

-       Hewannya antara lain moose, beruang hitam, serigala dan morten.

6)    Bioma tundra/Kutub

Ciri-ciri bioma tundra adalah sebagai berikut.

-       Curah hujan sekitar 10 cm per tahun.

-       Iklimnya iklim kutub dengan musim dingin yang panjang dan gelap serta musim panas yang panjang dan terang terus menerus.

-       Tidak ada pohon yang tinggi, kalaupun ada terlihat tebal seperti semak.

-       Tumbuhan semusim biasanya berbunga dengan warna yang mencolok dalam masa pertumbuhan yang pendek.

-       Vegetasinya Spaghnum, lumut kerak, dan perdu

-       Hewannya Muskox, rusa kutub, kelinci, serigala, rusa dan domba.

b.   b. Ekosistem Perairan

1)      Ekosistem air tawar

Ekosistem air tawar umumnya memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

-       Salinitas (kadar garam) rendah, umumnya lebih rendah daripada kadar garam plasma sel organisme yang hidup di dalamnya.

-       Kondisi lingkungannya dipengaruhi oleh iklim dan cuaca.

-       Variasi suhu antara permukaan dan dasar sangat rendah, relatif sama.

-       Penetrasi cahaya di perairan kurang.

Berdasarkan kebiasaan hidup, organisme dibedakan sebagai berikut:


-      
Plankton, terdiri alas fitoplankton dan zooplankton, biasanya melayang-layang (bergerakpasif) mengikuti gerak aliran air.

-       Nekton, hewan yang aktif berenang dalam air, misalnya ikan.

-       Neuston, organisme yang mengapung atau berenang di permukaan air atau bertempat pada permukaan air, misalnya serangga air.

-       Perifiton, merupakan tumbuhan atau hewan yang melekat/bergantung pada tumbuhan atau benda lain, misalnya keong.

-       Bentos, hewan dan tumbuhan yang hidup di dasar atau hidup pada endapan. Bentos dapat sessil (melekat) atau bergerak bebas, misalnya cacing dan remis

(Gambar habitat organisme ekosistem air tawar)

Contoh ekosistem air tawar adalah:

a)    Danau

Danau merupakan suatu badan air yang menggenang dan luasnya mulai dari beberapa meter persegi hingga ratusan meter persegi. Zonasi Danau dibagi menjadi:



-       Litoral Litoral merupakan bagian dari zona benthal yang masih dapat ditembus oleh cahaya matahari. Daerah ini merupakan daerah dangkal. Cahaya matahari menembus dengan optimal.

-       Limnetik Daerah ini merupakan daerah air bebas yang jauh dari tepi dan masih dapat ditembus sinar matahari. Fotosintesis dapat terjadi secara maksimal dan konsentrasi oksigen (O2) lebih besar dari karbondioksida (CO2).

-       Profundal Zona profundal merupakan bagian dari zona benthal di bagian perairan yang dalam dan tidak dapat ditembus lagi oleh cahaya matahari

b)    Sungai

            Sungai adalah suatu badan air yang mengalir ke satu arah.Air sungai dingin dan jernih serta mengandung sedikit sedimen dan makanan. Secara umum, sebuah sungai bisa dibagi menjadi tiga bagian. Bagian atas (hulu), tengah, dan bawah (hilir). Setiap bagian ini memiliki ciri khas, bentuk, dan aktivitasnya sendiri sendiri.

c. Ekosistem air laut

Ekosistem air laut memiliki ciri-ciri umum sebagai berikut.

-       Memiliki salinitas tinggi, semakin mendekati khatulistiwa semakin tinggi.

-       NaCl mendominasi mineral ekosistem laut hingga mencapai 75%.

-       Iklim dan cuaca tidak terlalu berpengaruh pada ekosistem laut.

-       Memiliki variasi perbedaan suhu di permukaan dengan di kedalaman.

(Gambar pembagian zona ekosistem laut)

1)      Zona intertidal Adalah area pasang surut air laut disepanjang garis pantai disebut dengan zona intertidal. Zona intertidal dapat berupa pantai berpasir, berbatu atau berlumpur. Organisme yang ada di zona intertidal ini antara lain rumput laut, abalon, anemon, kepiting, ganggang hijau, teripang, dan bintang laut.

2)    Zona neritik Zona neritik berada diantara zona intertidal dan zona pelagik. Kedalaman ratarata zona laut dangkal ini adalah sekitar 200 m. Diwilayah tropis, zona neritik biasanya dihuni oleh terumbu karang. Terumbu karang menjadi rumah bagi ikan tropis dan ikan karang, contoh parrotfish, angelfish, buterflyfish. Selain itu organisme penghuni terumbu karang yaitu spons, cacing, udang-udangan, bulu babi, dan moluska.

3)    Zona pelagik Kedalaman rata-rata zona pelagik adalah 4000 m. Sekitar 75% air laut berada dizona ini. Zona pelagik merupakan zona yang paling tidak produktif, karena kandungan nutrisinya begitu rendah. Organisme dizona ini umumnya bergantung pada sampah organik yang tenggelam dizona fotik. Contoh hewan yang hidup di zona ini adalah cumi-cumi raksasa.

Menurut kedalamannya, ekosistem air laut dibagi sebagai berikut:

1.      Litoral, merupakan daerah yang berbatasan dengan darat.

2.     Neretik, merupakan daerah yang masih dapat ditembus cahaya matahari sampai bagian dasar dalamnya ± 300 m.

3.     Batial, merupakan daerah yang dalamnya berkisar antara 200-2500 m

4.     Abisal, merupakan daerah yang lebih jauh dan lebih dalam dari pantai (1.500- 10.000 m).


a.   d. Ekosistem Estuari

Estuari (muara) merupakan tempat bersatunya sungai dengan laut. Estuari sering dipagari oleh lempengan lumpur intertidal yang luas atau rawa garam. Ekosistem estuari memiliki produktivitas yang tinggi dan kaya akan nutrisi. Komunitas tumbuhan yang hidup di estuari antara lain rumput rawa garam, ganggang, dan fitoplankton. Komunitas hewannya antara lain berbagai cacing, kerang, kepiting, dan ikan.

b.   e. Ekosistem Pantai

Ekosistem pantai dikenal sebagai salah satu jenis ekosistem yang unik sebab mencakup tiga unsur yakni tanah di daratan, air di lautan dan juga udara. Pantai merupakan pertemuan antara ekosistem daratan dan juga ekosistem akuatik. Ekosistem pantai sangat dipengaruhi oleh siklus harian arus yang pasang dan surut. Dengan demikin, flora dan fauna yang bisa bertahan di pantai adalah mereka yang bisa beradaptasi dengan cara melekat ke substrat keras agar tidak terhempas gelombang. Wilayah paling atas dari ekosistem pantai adalah titik yang hanya terkena air pada saat pasang naik tinggi. Area ini didiami beberapa jenis moluska, ganggang, kerang, dan beberapa jenis burung pantai. Sementara itu, titik tengah pantai terendam jika pasang tinggi juga pasang rendah. Tempat ini didiami beberapa organisme semisal anemon laut, remis, siput, ganggang, porifera dan masih banyak lagi lainnya. Sementara itu wilayah terdalam dari ekosistem pantai dihuni oleh beragam jenis mahluk invertebrata juga ikan dan berbagai jenis rumput laut.

Satuan Makhluk Hidup dalam Ekosistem

  1.     Individu berasal dari bahasa Latin individum yang artinya tidak dapat dibagi. Individu adalah makhluk hidup yang tunggal yang...